Senin, 17 April 2023
Jumat, 16 Desember 2022
PENGANEKARAGAMAN PEKARANGAN DENGAN BIBIT TANAMAN PRODUKTIF.
Dengan bertambahnya perumahan masyarakat, maka luas areal lahan produktif mulai dari tahun ke tahun semakin berkurang. Hal ini berimbas pada lahan pekarangan yang jumlahnya semakin bertambah (Kuantitatif) tetapi luas areal pekarangan yang dimiliki pada setiap orang semakin sempit, tetapi tuntutan kebutuhan hidup semakin bertambah. Kondisi seperti ini sangat rawan untuk menimbulkan angka kemiskinan atau kejahatan. Oleh sebab itu perlu adanya solusi yang dapat memecahkan masalah yang tengah dihadapi oleh kebanyakan masyarakat yaitu menciptakan peluang usaha yang dapat memberi nilai tambah bagi pendapatan keluarga, yaitu pemanfaatan lahan pekarangan dengan Penganekaragaman tanaman produktif yang diharapkan akan memberi nilai tambah bagi ekonomi warga.
Ada bermacam-macam bibit tanaman Produktif yang cocok untuk ditanam di lahan pekarangan,
1. Bibit Jeruk Pamelo
Senin, 28 November 2022
DALAM BUDIDAYA TANAMAN JAMUR KUPING
Ada juga penanganan dalam pasca panen jamur kuping, yaitu mencuci jamur kuping terlebih dahulu sehabis dipanen. Hal ini penting untuk mengurangi bau dan kotoran yang melekat pada jamur kuping.
hasil panen jamur kuping harus dicuci agar menjaga kebersihan dari kotoran yang melekat pada jamur tersebut. Juga dengan mencuci jamur kuping dengan air dan sabun akan dapat menghilangkan bau yang kurang enak.
Senin, 26 September 2022
INSEKTISIDA NABATI PENGENDALI HAMA TANAMAN
PENDAHULUAN
Dengan melihat perkembangan dibidang Kehutanan, maka salah satu tujuan dari program kehutanan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dari hasil kayu. Guna untuk mencukupi kebutuhan bibit yang semakin meningkat dari tahun ke tahun maka diperlukan salah satu upaya yang harus dilakukan untuk dapat mencukupi kebutuhan bibit tanaman ditingkat masyarakat. Namun dalam budidaya tanaman kayu-kayuan atau buah-buahan sering kali ditingkat lapangan terjadi suatu masalah yaitu adanya serangan hama/penyakit yang menyerang tanaman tersebut, sehingga dapat mengancam pertumbuhan tanaman tersebut bahkan kalau tidak segera dilakukan pengendalian akan dapat terjadi kegagalan dalam produksi kayu/buah.
Di era sekarang ini masyarakat kecenderungan dalam penggunaan pestisida kimiawi semakin tak terkontrol, hal ini disebabkan sikap masyarakat yang cenderung lebih memilih pemakaian pestisida kimiawi dibandingkan dengan penggunaan pestisida nabati. hal ini dilakukan karena mudah didapat ditoko alat-alat pertanian, hasilnya cepat dirasakan. tetapi dampaknya disamping harganya mahal juga efek sampingnya dapat merusak lingkungan dan tanah.
CARA PEMBUATAN INSEKTISIDA NABATI
Insektisida Nabati adalah merupakan racun yang dapat Mencegah, Mengendalikan bahkan sampai membunuh hama tanaman, tetapi aman penggunaannya bagi ternak dan manusia. Dan bahan - bahan tersebut sangat mudah didapat disekitar lingkungan rumah.
Bahan- bahan yang diperlukan :
1. Daun Tembakau
2. Daun Sirsak
Daun Sirsak/Mulwo Mengandung senyawa aktif namanya Annonain dan Rezin yang effektif dalam mengendalikan hama pengganggu tanaman. Maka kalau dikombinasikan antara daun tembakau dengan daun sirsak akan mampu menangani hama tanaman diantaranya belalang, ulat, jangkrik dsb. Menurut penelitiannya sumantri dengan judul Ekstraksi daun sirsak dengan pelarut Etanol diketahui bahwa ada senyawa ACETOGENIN yang dapat menyebabkan kerusakan pada lambung hama sehingga pada sistem pencernaan hama dapat mengalami kegagalan fungsi.Sehingga penggunaan Insektisida dengan bahan daun sirsak dapat digunakan sebagai penolak datangnya serangga sehingga tanaman tersebut aman dari serangan serangga semacam belalang, ulat, jangkrik.
3. Hidrogen Peroksida (H2O2)
Hidrogen Peroksida (H2O2) merupakan senyawa bening sedikit kebiruan yang berfungsi sebagai senyawa pelarut dari bahan tembakau dan daun sirsak sehingga akan diperoleh suatu senyawa yang dapat memiliki efek kuat dalam menangani serangan organisme pengganggu tanaman.
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN INSEKTISIDA NABATI :
* Siapkan alat alatnya: Timba, Pisau, Blender/Lumpang dan alu, saringan dll.
Bahan-bahan: Air, Daun tembakau, daun sirsak, Hidrogen Peroksida.
Cara Pembuatannya :
Tumbuk / Blender bahan-bahan seperti daun tembakau, daun sirsak sampai halus campurkan bahan-bahan tersebut dan beri air secukupnya sampai bahan-bahan bercampur sampai merata, kemudian tuangkan larutan Hidrogen Peroksida kedalam larutan daun yang sudah ditumbuk halus selanjutnya diaduk sampai betul-betul merata. kemudian masukan semua bahan-bahan tersebut kedalam timba/ember dan tutup dengan kain sampai rapat, lalu biarkan terjadi fermentasi selama 2 hari. selanjutnya pada hari ke 2 buka tutup timba dan saring larutan tersebut dengan kain kain halus atau saringan, lalu larutan insektisida tersebut sudah siap digunakan.
Cara Penggunaanya:
Masukan air kedalam timba sebanyak 15 liter.
Siapkan larutan Insektisida sebanyak 200 cc.
Larutkan Insektisida nabati kedalam air dan aduklah sampai merata. lalu masukan larutan tersebut kedalam Hand Sprayer, dan siap disemprotkan.
Kamis, 25 Agustus 2022
MERAWAT TANAMAN JAMBU KRISTAL
(Psidium Guajava)
Jambu Kristal
adalah salah satu kultivar dari jambu biji yang banyak tumbuh di Indonesia.
varietas jambu biji ini sekarang mulai banyak digemari oleh masyarakat
Indonesia. Jambu Kristal mempunyai bentuk bulat atau agak lonjong dengan dasar
bergelombang, ada juga yang rata tergantung varietasnya.
Jambu Kristal ini merupakan mutasi dari jambu Muangthai pak, jambu
ini diperkenalkan di Indonesia oleh misi teknik Taiwan.
Jambu Kristal ini
memiliki beberapa keistimewaan antara lain :
. Berbuah
sepanjang tahun
. Memiliki jumlah
biji kurang dari 3% bagian tubuh
. Lapisan lilin
yang tebal.
. Bobot buah
optimum 500 gram/buah
. Tekstur buah
yang renyah.
Beberapa ketentuan
yang harus diperhatikan dalammenetapkan lokasi penanaman jambu Kristal adalah
sebagai berikut :
-
Iklim
Tanaman jambu Kristal dapat
tumbuh di daerah dengan intensitas curah hujan antara 2000-3000 mm/tahun. Dan
dapat bertumbuh dan berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 20-30 derajat
Celsius di siang hari.
-
Media Tanam
Tanaman jambu Kristal dapat
tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur dengan PH antara 6-6.5 serta
berdrainase baik.
-
Tinggi
tempat
Jambu Kristal sangat cocok dalam pertumbuhannya dengan ketinggian antara 5 – 1000 m dpl.
MERAWAT TANAMAN
JAMBU KRISTAL
Ada 5 cara merawat tanaman jambu Kristal :
a. Penyiraman
tanaman
maupun saat berbuah. Dengan penyiraman yang cukup akan
meningkatkan produktifitas tanamannya.
Hati-hati dengan pemberian air yang terlalu banyak, seperti saat
musin hujan. Pengairan yang baik akan akan membuat tanah sekitar akar tanaman
jambu menjadi lembab.
b. Penyulaman
tanaman yang mati
Tanaman jambu Kristal yang berumur 1-2 minggu hingga 1 bulan perlu diperhatikan dengan
ekstra. Bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik, perlu
segera diganti dengan bibit yang baru.
c. Pendangiran
Gulma
Bila disekitar tanaman tumbuh rumput liar atau gulma, maka secepatnya
dilakukan penyiangan dan pendangiran, hal ini dilakukan agar gulma/rumput liar
itu jangan sampai mengganggu dalam persaingan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman
jambu Kristal.
d. Pemangkasan
cabang yang tidak produktif
Cabang-cabang pada pohon jambu Kristal yang kurang produktif perlu
segera dilakukan pemangkasan, hal ini bertujuan untuk memudahkan perawatan dan
juga bisa mempercepat tumbuhnya bunga, disamping itu pemangkasan juga dilakukan
pada cabang-cabang tanaman yang terserang hama/penyakit. Sehingga dengan
pemangkasan nantinya diharapkan akan terbentuknya tanaman yang bagus dan mudah
dalam pemanenannya.
e. Pemupukan
Setelah dilakukan pemangkasan selanjutnya dilakukan pemupukan agar
tanaman jambu Kristal tersebut dapat tumbuh dengan baik dan juga mempercepat
keluarnya bunga dan buah. Pupuk yang dapat pakai untuk mempercepat pertumbuhan
Bunga yaitu MKP dan KCL.
Cara pemupukannya:
Pupuk MKP dan KCL dimasukan dalam ember masing-masing 1 sendok
makan dan dilarutkan dengan air sampai benar-benar larut, kemudian siramkan
pada tanaman jambu Kristal sebanyak 1 (satu) gayung larutan pupuk. Dan
pemupukan ini diulangi sekitar 2 minggu sekali.
Disusun
: TRI ISWINANTO SP
PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PENGHIJAUAN LINGKUNGAN (FOLU NET SINK) Untuk menyukseskan program kegiatan Folu ...
-
MERAUP RUPIAH DARI KOTORAN HEWAN (KOHE) Dengan perkembangan kemajuan teknologi saat ini, seseorang atau kelompok dituntut untuk bi...
-
PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN PENANAMAN BIBIT BUAH-BUAHAN Mengingat luas lahan pekarangan semakin tahun semakin berkura...
-
MENGANTISIPASI LAYU PADA TANAMAN BUAH-BUAHAN KARENA MUSIM KEMARAU PENDAHULUAN Seiring memasuki musim kemarau, banyak hal yang ...