Senin, 26 September 2022

                          INSEKTISIDA NABATI PENGENDALI HAMA TANAMAN    

             PENDAHULUAN 

         Dengan melihat perkembangan dibidang Kehutanan, maka salah satu tujuan dari program kehutanan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dari hasil kayu. Guna untuk mencukupi kebutuhan bibit yang semakin meningkat dari tahun ke tahun maka diperlukan salah satu upaya yang harus dilakukan untuk dapat mencukupi kebutuhan bibit tanaman ditingkat masyarakat. Namun dalam budidaya tanaman kayu-kayuan atau buah-buahan sering kali ditingkat lapangan terjadi suatu masalah yaitu adanya serangan hama/penyakit yang menyerang tanaman tersebut, sehingga dapat mengancam pertumbuhan tanaman tersebut bahkan kalau tidak segera dilakukan pengendalian akan dapat terjadi kegagalan dalam produksi kayu/buah.

        Di era sekarang ini masyarakat kecenderungan dalam penggunaan pestisida kimiawi semakin tak terkontrol, hal ini disebabkan sikap masyarakat yang cenderung lebih memilih pemakaian pestisida kimiawi dibandingkan dengan penggunaan pestisida nabati. hal ini dilakukan karena mudah didapat ditoko alat-alat pertanian, hasilnya cepat dirasakan. tetapi dampaknya disamping harganya mahal juga efek sampingnya  dapat merusak lingkungan dan tanah.

        CARA PEMBUATAN INSEKTISIDA NABATI

Insektisida Nabati adalah merupakan racun yang dapat Mencegah, Mengendalikan bahkan sampai membunuh hama tanaman, tetapi aman penggunaannya bagi ternak dan manusia. Dan bahan - bahan tersebut sangat mudah didapat disekitar lingkungan rumah.

        Bahan- bahan yang diperlukan : 

         1.   Daun Tembakau 

     
      Tembakau atau nama latinnya (Nicotiana Tobacum)  daun  tembakau ini memiliki kandungan utama bahan aktif adalah Nicotin. Menurut referensinya daun tembakau kering mengandung 2 - 8% nicotine, menurut jenis tembakaunya. Nicotine menurut rumus kimia nya adalah  C10 H14 N2  merupakan senyawat alcaluit yang terdiri dari carbon, hidrogen dan nitrogen. Pada tubuh manusia  senyawa alcaluit yang dimiliki tembakau mempunyai efek kuat yang bersifat stimulan, sehingga efek merokok sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Menurut penelitian para ahli, ternyata efek nikotin dapat menurunkan nafsu makan pada hama pengganggu tanaman, sehingga pengaruh jangka panjangnya hama tersebut mati. Tetapi penggunaan daun tembakau sebagai bakan insektisida nabati sangat aman penggunaan pemakaian terutama pada masa pertumbuhan generatifnya.

        2. Daun Sirsak 

     

         Daun Sirsak/Mulwo  Mengandung senyawa aktif namanya Annonain dan Rezin yang effektif dalam mengendalikan hama pengganggu tanaman. Maka kalau dikombinasikan antara daun tembakau dengan daun sirsak akan mampu menangani hama tanaman diantaranya belalang, ulat, jangkrik dsb. Menurut penelitiannya sumantri dengan judul Ekstraksi daun sirsak dengan pelarut Etanol diketahui bahwa ada senyawa ACETOGENIN yang dapat menyebabkan kerusakan pada lambung hama sehingga pada sistem pencernaan hama dapat mengalami kegagalan fungsi.Sehingga penggunaan Insektisida dengan bahan daun sirsak dapat digunakan sebagai penolak datangnya serangga sehingga tanaman tersebut aman dari serangan serangga semacam belalang, ulat, jangkrik.

         3. Hidrogen Peroksida (H2O2) 

         Hidrogen Peroksida (H2O2) merupakan senyawa bening sedikit kebiruan yang berfungsi sebagai senyawa pelarut dari bahan tembakau dan daun sirsak sehingga akan diperoleh suatu senyawa yang dapat memiliki efek kuat dalam menangani serangan organisme pengganggu tanaman.

          LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN INSEKTISIDA NABATI :

    * Siapkan alat alatnya: Timba, Pisau, Blender/Lumpang dan alu, saringan dll.

                     Bahan-bahan: Air, Daun tembakau, daun sirsak, Hidrogen Peroksida.

         Cara Pembuatannya :

        Tumbuk / Blender bahan-bahan seperti daun tembakau, daun sirsak sampai halus campurkan                 bahan-bahan tersebut dan beri air secukupnya sampai bahan-bahan bercampur sampai merata,                 kemudian tuangkan larutan Hidrogen Peroksida kedalam larutan daun yang sudah ditumbuk                   halus  selanjutnya diaduk sampai betul-betul merata. kemudian masukan semua bahan-bahan                 tersebut kedalam timba/ember dan tutup dengan kain sampai rapat, lalu biarkan terjadi fermentasi          selama 2 hari. selanjutnya pada hari ke 2 buka tutup timba dan saring larutan tersebut dengan kain          kain halus atau saringan, lalu larutan insektisida tersebut sudah siap digunakan.

        Cara Penggunaanya:

        Masukan air kedalam timba sebanyak 15 liter.

        Siapkan larutan Insektisida sebanyak 200 cc.

        Larutkan Insektisida nabati kedalam air dan aduklah sampai merata. lalu masukan larutan tersebut         kedalam Hand Sprayer, dan siap disemprotkan.

                                  

                                                                                                            

Disusun Oleh :
TRI ISWINANTO,SP
           















   

                                                                                                        

                         



Kamis, 25 Agustus 2022

                                                 MERAWAT TANAMAN JAMBU KRISTAL

                                                                    (Psidium Guajava)

         Jambu Kristal adalah salah satu kultivar dari jambu biji yang banyak tumbuh di Indonesia. varietas jambu biji ini sekarang mulai banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Jambu Kristal mempunyai bentuk bulat atau agak lonjong dengan dasar bergelombang, ada juga yang rata tergantung varietasnya.

Jambu Kristal ini merupakan mutasi dari jambu Muangthai pak, jambu ini diperkenalkan di Indonesia oleh misi teknik Taiwan.

         Jambu Kristal ini memiliki beberapa keistimewaan antara lain :

            . Berbuah sepanjang tahun

            . Memiliki jumlah biji kurang dari 3% bagian tubuh

            . Lapisan lilin yang tebal.

            . Bobot buah optimum 500 gram/buah

            . Tekstur buah yang renyah.

       Beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalammenetapkan lokasi penanaman jambu Kristal adalah sebagai berikut :

-          Iklim

Tanaman jambu Kristal dapat tumbuh di daerah dengan intensitas curah hujan antara 2000-3000 mm/tahun. Dan dapat bertumbuh dan berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 20-30 derajat Celsius di siang hari.

-          Media Tanam

Tanaman jambu Kristal dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur dengan PH antara 6-6.5 serta berdrainase baik.

-          Tinggi tempat

Jambu Kristal sangat cocok dalam pertumbuhannya dengan ketinggian antara 5 – 1000 m dpl.

            MERAWAT TANAMAN JAMBU KRISTAL

Ada 5 cara merawat tanaman jambu Kristal :

            a. Penyiraman tanaman

 Dalam menanam tanaman jambu Kristal pastikan penyiraman air dilakukan 1 kali sehari, proses penyiraman ini dilakukan di pagi hari atau sore hari, baik saat pertumbuhan maupun saat berbuah. Dengan penyiraman yang cukup akan meningkatkan 

maupun saat berbuah. Dengan penyiraman yang cukup akan meningkatkan produktifitas tanamannya.

Hati-hati dengan pemberian air yang terlalu banyak, seperti saat musin hujan. Pengairan yang baik akan akan membuat tanah sekitar akar tanaman jambu menjadi lembab.

            b. Penyulaman tanaman yang mati

Tanaman jambu Kristal yang berumur 1-2 minggu  hingga 1 bulan perlu diperhatikan dengan ekstra. Bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik, perlu segera diganti dengan bibit yang baru.

            c. Pendangiran Gulma

Bila disekitar tanaman tumbuh rumput liar atau gulma, maka secepatnya dilakukan penyiangan dan pendangiran, hal ini dilakukan agar gulma/rumput liar itu jangan sampai mengganggu dalam persaingan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman jambu Kristal.

            d. Pemangkasan cabang yang tidak produktif

Cabang-cabang pada pohon jambu Kristal yang kurang produktif perlu segera dilakukan pemangkasan, hal ini bertujuan untuk memudahkan perawatan dan juga bisa mempercepat tumbuhnya bunga, disamping itu pemangkasan juga dilakukan pada cabang-cabang tanaman yang terserang hama/penyakit. Sehingga dengan pemangkasan nantinya diharapkan akan terbentuknya tanaman yang bagus dan mudah dalam pemanenannya.

            e. Pemupukan

Setelah dilakukan pemangkasan selanjutnya dilakukan pemupukan agar tanaman jambu Kristal tersebut dapat tumbuh dengan baik dan juga mempercepat keluarnya bunga dan buah. Pupuk yang dapat pakai untuk mempercepat pertumbuhan Bunga yaitu MKP dan KCL.

Cara pemupukannya:

Pupuk MKP dan KCL dimasukan dalam ember masing-masing 1 sendok makan dan dilarutkan dengan air sampai benar-benar larut, kemudian siramkan pada tanaman jambu Kristal sebanyak 1 (satu) gayung larutan pupuk. Dan pemupukan ini diulangi sekitar 2 minggu sekali.

 

                                                         Disusun : TRI ISWINANTO SP

     

        























































Selasa, 26 Juli 2022

                     DINAMIKA KEGIATAN KELOMPOK TANI HUTAN "BUMI LESTARI II"            

                                                             Pendahuluan

     KTH Bumi Lesatri II  berlokasi di desa Gembuk Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan dengan keadaan wilayah pegunungan dan banyak dibudidayakan tanaman buah-buahan (Durian, Manggis, Duku) dan tanaman perkebunan (Cengkeh, kakao, kopi) dan juga berbagai jenis tanaman kayu-kayuan.

           KTH Bumi Lestari II  berbatasan wilayah dengan :
- Sebelah Utara        : Desa Sanggrahan
 - Sebelah Barat        : Desa Punjung dan Banjarjo
 - Sebelah Selatan     : Desa Mantren dan Worawari
 - Sebelah Timur       : Kecamatan  Tulakan

  KTH Bumi Lestari II berdiri tanggal 13 oktober 2014 yang dikuatkan dengan penetapan Surat Keputusan Kepala Desa No.12/2014  dan didukung dengan dikeluarkan SK Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur No. 522/258/123.5/2020 tanggal 26 Pebruari 2020 tentang penetapan Kelompok Tani Hutan dengan nomer Regestrasi 35/01/05.2014/KTH/227/2014.

Pada saat bulan Pebruari 2022 mulai dilakukan penilaian kelas kelompok yang dilakukan oleh pendamping kelompok dan dinyatakan KTH Bumi Lestari II masih termasuk kelas pemula dengan skor nilai 335.
Berawal dari kondisi tersebut maka para pengurus kelompok mulai timbul semangat untuk memajukan kelompok tersebut dengan melakukan berbagai langkah-langkah diantaranya mengikuti studi banding, melakukan kerjasama kemitraan dengan perusahaan kayu lapis dan memfungsikan peranan para seksi yang telah ditetapkan untuk memantau, mengevaluasi dan melakukan pembenahan- pembenahan di setiap kegiatan yang ada dianggota kelompok tersebut.
        Dikelompok Tani Hutan Bumi Lestari II telah dibentuk seksi-seksi yang bertugas membantu pengurus kelompok untuk memantau dan mencatat kegiatan-kegiatan yang tengah berjalan dikelompok tersebut. Dengan seksi-seksi antara lain :
        1. BOMANTO sebagai seksi ternak sapi :
 Tugasnya memantau, mendata dan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan ternak sapi dan ketersediaan hijauan pakan ternak, juga mana-mana anggota yang sudah mendapat jatah perguliran ternak sapi dan mana-mana anggota yang belum mendapat jatah perguliran. Hal ini dilakukan karena di kelompok ini telah mendapat bantuan ternak sapi sebanyak 20 ekor pada tahun 2019 dari pemerintah. dan sekarang sudah berkembang menjadi 36 ekor yang semuanya telah dibagikan kesebagian anggota.
            
            Lahan hijauan pakan ternak                pemeliharaan sapi yang ada dikandang
         
          2. PRAWITO sebagai seksi Lebah Madu
Tugasnya melakukan pendataan anggota yang memelihara lebah klanceng ataupun lebah Cerana.
Mengkoordinir hasil produksi madu untuk dipasarkan baik lokal maupun luar daerah.
disamping itu juga melakukan usaha penambahan pakan ternak lebah dengan penanaman tanaman penghasil kembang Air Mata Pengantin atau tanaman lainnya sehingga diharapkan ketersediaan pakan ternak selalu tercukupi. 
                                                                                                  Setup klanceng                                                                Panen madu                                                                                                                            


            
            3. UNTUNG WAHYUDI sebagai seksi Kopi
Tugasnya melakukan pemantauan harga pasar, pemantauan jumlah hasil panen dan pendataan pada anggota yang membudidayakan tanaman kopi, memelihara, memanen dan memproses menjadi produk kemasan.
                 Kopi tejo hasil produk kelompok             Proses penjemuran kopi                                                            


Disamping kegiatan yang telah dilakukan oleh masing-masing seksi yang dibantu oleh anggotanya, juga KTH Bumi Lestari II juga melakukan pengelolaan lahan wisata dengan beberapa tanaman  pinus, akasia mangiyum, kebun kopi yang dinamakan wisata gunung tejo yang luasnya lebih kurang 9 ha. Tahapan demi tahapan dilakukan secara swadaya dalam pengelolaan lokasi wisata yang saat ini mulai menggeliat untuk dikenal oleh para wisatawan lokal atau dari kecamatan lain.

Disamping melakukan pembenahan secara kelola kelembagaan dengan melakukan tertib administrasi dan pembuatan AD/ART kelompok yang harus dilakukan dan disepakati oleh para anggotanya maka ada sebagian pengurus yang dilakukan reorganisasi guna meningkatkan SDM pengurus demi memajukan kondisi kelompok.

Pertemuan yang dilakukan setiap bulan malam tanggal 1 (satu) dimaksudkan sebagai sarana pertemuan rutin pengurus dan anggota, juga penyampaian laporan dimasing-masing seksi tentang kondisi kegiatan kelompok tersebut sudah sejauh mana capaian yang sudah di capai atau kendala yang ada dikelompok tersebut, tak lupa kegiatan pertemuan tersebut diadakan arisan kelompok.

Dengan dilakukannya pendampingan oleh Penyuluh Kehutanan, maka program kegiatan yang ada ditingkat kelompok mulai menampakan hasilnya. Hal ini dibuktikannya dengan beberapa produksi hasil olahan dari KTH Bumi Lestari II antara lain : Pengolahan kopi yang dikemas menjadi Produk Kemasan Kopi Tejo yang sudah mulai dikenal diwilayah pacitan bahkan luar Pacitan. Demikian juga hasil lebah yang dalam bentuk madu juga mulai dipasar diwilayah setempat bahkan mulai adanya pesanan dari beberapa orang yang mulai mengetahuinya.

Melihat perkembangan dinamika KTH Bumi Lestari II desa Gemuk Kecamatan Kebonagung mulai dilakukan penilaian yang kedua pada bulan juli 2022 dengan skor nilai 520 sehingga dengan hasil tersebut maka KTH Bumi Lestari II layak diajukan ke kelas Madya.

Demikianlah sekilas perkembangan dinamika kegiatan Kelompok Tani Hutan Bumi Lestari II yang ada di desa Gembuk Kecamatan Kebonagung.


                                                                                                       Disusun oleh :

                                                                                                     Tri iswinanto,SP             


            

















    

        


Selasa, 17 Mei 2022

PEMBIBITAN TANAMAN BALSA (OCHROMA PYRAMIDALE)

                                             PEMBIBITAN TANAMAN BALSA
                                                  (OCHROMA PYRAMIDALE) 

               Pendahuluan

      Kebutuhan akan kayu telah menjadi manufaktur dan pembangunan, khususnya sektor properti.
 Salah satunya adalah budidaya tanaman Balsa.
 Meski berumur muda, tapi diameter batang tanaman Balsa sudah bisa mencapai 30 cm. Artinya
 petani yang menanam sudah dapat memanennya.
      Melihat suatu peluang pasar yang cukup menggiurkan seorang petani Irwan yang bertempat
 tinggal di dusun Sono Rejo Desa Gembuk Kecamatan Kebonagung kabupaten Pacitan.
 Mencoba memulai membuat pembibitan tanaman Balsa. Dimulai pada tahun 2019, dia membuat
 pembibitan sebanyak 3000 bibit. dan setelah dia menanamnya sekitar kurang lebih 500 bibit, 
 rupanya pertumbuhan tanaman Balsa tersebut cukup mengherankan, akhirnya tahun berikutnya
 sampai sekarang dia mulai menggeluti pembuatan pembibitan tanaman Balsa.

               CARA PENYEMAIAN BENIH BALSA
                                     
                     
     Langkah pertama :  Siapkan lebih dulu polybag ukuran 10x13 cm. kita bisa buat bedengan beratap
                                     untuk beratap untuk dijadikan penyemaian. selanjutnya kita  buat media semai
                                     yang terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang, dengan perbandingan 
                                     2 : 1 artinya 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kandang.lalu media tersebut
                                     kita masukan kedalam polybag dan ditata berupa bedengan dengan lebar 1 m
                                     dan panjang 2,5 m.
     Langkah berikutnya: 
  • Media tanam terdiri dari tanah, kompos, dan NPK secukupnya.
  • Biji balsa akan bertunas kurang lebih dalam waktu 3 sd 7 hari setelah perendaman.
  • Siapkan Media Semai, yang akan digunakan untuk menyemai setelah proses perendaman.
  • Media Semai terdiri dari tanah gembur, kompos.

           

  • Rendam biji balsa dengan air panas selama 1 menit, kemudian rendam di air dingin selama 24 jam sampai membengkak
  • Tambahkan bawang merah (untuk merangsang pertumbuhan akar) dan bawang putih (untuk anti jamur alami). Bawang merah dan bawang putih di blender halus dan masukan ke dalam rendaman biji balsa tersebut.
  • Rendam Biji Balsa dengan kapasitas kecil dulu 250 gr untuk yang belum pernah melakukan proses semai biji balsa 
  • Setelah 24 jam proses perendaman, selanjutnya dilakukan proses semai, pada media semai yang sudah kita siapkan sebelumnya.
  • Saat menabur biji balsa yang sudah kita rendam 24 jam, usahakan tidak menumpuk bijinya. Merata dan tidak menggumpal di media semai.
  • Hal ini bertujuan untuk mengurangi jamur, karena biji sensitive jamur.
  • Siramkan air sisa perendaman yang mengandung bawang merah dan bawang putih di media semai secukupnya.
  • Tutup tipis dengan tanah/pasir
  • Selanjutnya sungkup dengan plastik UV
  • Jaga kelembapan tanah jangan sampai kering
  • Benih dapat dipindahkan ke polybag jika sudah berumur 10 hari/tinggi 3 cm
  • Pilih benih yang tumbuh baik untuk dipindahkan ke Polybag

              

                                                                                Disusun oleh :

                                                                         TRI ISWINANTO,SP



















 

PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PENGHIJAUAN LINGKUNGAN (FOLU NET SINK)          Untuk menyukseskan program kegiatan Folu ...